when Angel and Serpents dance

Tubuh mulus sexy itu meliuk-liuk dengan lincahnya di sebuah tiang diatas panggung yang dihiasi lampu-lampu berwarna-warni. Sementara itu Sekelompok pria paruh baya, tertawa – tawa terbahak-bahak sambil memegang gelas minum yang berisi minuman beralcohol. Mereka tertawa, seperti tidak mempunyai masalah dalam kehidupannya, mungkin benar mereka ngga pernah punya masalah yang bisa bikin mereka pusing, tapi siapa yang tahu juga.

Seorang wanita muda yang tadi menari diatas panggung, tiba-tiba turun menghampiri seorang pria paruh baya, yang tadi tertawa terbahak-bahak. Duduk dipangkuannya si pria  tanpa penutup dada, membuat si pria paruh baya  itu, makin seperti seorang don juan yang sedang menyelamatkan sang putri dari terkaman mahluk buas.

Kumis yang tebal dan perut yang buncit itu, memeluk dengan eratnya tubuh sang penari itu sambil meraba-raba di selingi tawa terbahak-bahak. Sesekali pria itu menawarkan minuman pada sang penari itu, walau kadang dengan halusnya ia menolak atau pura-pura meminumnya.

Dibelakang panggung di sebuah ruang ganti penari, duduk sorang anak kecil yang sedang memainkan boneka, sambil bernyanyi kecil, ia kadang tertawa sendiri. Setiap malam ia selalu berada disitu diwaktu dan di jam yang sama di temani boneka usang miliknya.

“yuk sayang kita pulang”, suara itu terdengar dengan seiringnya pintu ruang ganti itu terbuka

“Mama udah selesai, narinya?..asik, kita pulang, aku sudah ngantuk” jawab anak kecil itu sambil memeluk ibunya

setelah membereskan peralatan dan baju-baju akhirnya mereka berdua pulang ke sebuah kosan kecil.

…………..

Di suatu tempat yang jauh dari tempat itu, seorang istri menunggu suaminya pulang dari kantor, yang katanya ada miting dan akan pulang telat, apakah si pria paru baya itu tahu, bahwa istrinya menunggu dengan cemas takut terjadi apa-apa dengan suaminya?

Memasakan makanan untuk sang suami dan menunggu ia pulang, walapun ia sendiri sudah sangat mengantuk…..

Ya demi melayani suami tersayang, yang tidak pernah ia tahu apa balasan yang ia terima….

Jakarta 7 april 2011

Advertisements