Oscar dan Gemerlapnya

Kemaren baru saja selesai perhelatan suci perfilman di Hollywood, diselenggarakan dengan meriah dan elegan. Dan film-film yang masuk pun adalah film-film yang berkualitas dengan para pemain yang sangat profesional dalam akting. Kita lihat saja, totalitas seorang Christian Bale dalam film Fighter dimana dia harus menurunkan berat badannya 30kg dan mempelajari gerak gerik Dicky Eklund seorang petinju profesional. Dan berkat totalitasnya, ia sudah selayaknya ia di ganjar Oscar dalam kategori Best Supporting Actor mengalahkan kandidat lainnya. Atau Colin Firth yang berperan sebagai King George VI dalam film King Speech yang mendapatkan oscar untuk kategori Best Actor dan best picture untuk filmnya. Semua Nominasi adalah Insan – insan berprestasi, saling menghargai ke tika teman atau saingan mereka mendapatkan Oscar.  Christopher Nolan sang sutradara Inception, tetap datang menghadiri perhelatan suci ini, walaupun namanya tidak masuk dalam Nominasi Oscar, padahal Film Inception dia tulis dan konsep sendiri sehingga menjadi  sebuah film yang luar biasa. Berbicara tentang susuanan acara, rasanya jauh banget dengan gelaran FFI di Indonesia, sama-sama suatu gelaran suci insan perfilman tapi memiliki teste berbeda. Dalam Oscar tidak banyak band aneh yang mengisi acaranya, tidak seperti FFI banyak band – band ajaib yang tampil dan ga ada hubungannya dengan film. Dalam Nominasinya, terlihat absurd layaknya sebuah permainan uang yang berputar dalam FFI kita. Seharusnya kita bisa mencontoh gelaran Oscar, mulai dari hal kecil, sehingga menjadi suatu acara yang cukup menghibur. Pembawaan Host-nya yang sedikit di bikin narator sehingga tidak membuat penonton bosen. Tidak ada “pak mentri” yang sok memajukan film tampil secara ajaib, seperti di FFI kita. Semoga kedepannya ajang FFI bisa lebih baik dan lebih di hargai oleh semua insan perfilm-an. tanpa ada blok-blok an satu sama lain.

Selamat Bulan Film Indonesia

Advertisements