Iron Maiden, arti sebuah eksistensi

The Number Of The Beast (1982) adalah album Iron Maiden yang pertama kali gw denger ketika masih duduk dibangku sekolah dasar. Sebuah album yang yang membuat saya meninggalkan album lagu anak-anak, yang pada saat itu tenar oleh penyanyi yang bernama Micky Rainbow.Dan seperti doa yang terkabul , di tahun 2011 setelah 29 tahun setelah album The Number Of The Beast gw beli, gw bisa menyaksikan mereka bermain di depan mata gw, Bruce Dickinson, Dave Murray, Andrian Smith, Janick Gers, Nicko Mcbrain dan Steve Harris tampil total dengan usia mereka yang rata-rata sudah diatas 50 tahunan. Kharisma seorang Bruce Dickinson memang ngga pernah hilang dari sebuah band yang di didirkan di London pada tahun 1975 ini. Tanpa mengenal lelah ia berlari dari setiap sudut panggung. Personil lainnya pun tidak terlihat tua, masih tetap energik di panggung.Pengalaman malam itu bener-bener suatu pengalaman yang paling berkesan selama hidup dalam menonton konser, setalah konser Metallica di tahun 1992. Hadir dengan pesawat sendiri, yang di beri nama Ed Force One dan membawa peralatan dan set panggung sendiri, membuat penampilan mereka malam itu luar biasa sekali, walaupun sedikin sound yang sember, akibat angin yang begitu kencang di ancol.Ini pertama kalinya gw melihat panggung yang begitu besar di Indonesia,layaknya menonton sebuah konser di luar negeri. Tata lampu yang indah, dengan backwall yang berubah-rubah setiap lagunya.Bagi gw itu lah arti sebuah konsistensi dalam dunia hiburan, tetap berkarya walaupun udah tua dan tetap menyajikan penampilan yang menarik di setiap konsernya

Advertisements