Sebuah catatan di Jumat siang

Tangan yang cekatan itu membereskan satu persatu sepatu yang di titipkan pada dia, sambil menyerahkan nomer untuk sepatu saya, ia bertanya ” baru sholat disini mas”, mungkian ia mengenali setiap orang yang sholat di mesjid itu atau karena jumat siang yang panas itu, saya melepas cardigan yang membalut kaos bergambar band pemberian mantan saya sehingga terlihat tattoo di lengan kanan yang lumayan banyak. Saya jawab “iya, baru beberapa kali”. Setelah mengambil wudhu untuk sholat jumat, beberapa orang masih berdiam di halaman mesjid walapun azan sudah memanggil-manggil, sebagian lagi bergegas memasuki mesjid. saya duduk di bagian belakang sambil mendengarkan ceramah, walapun jujur saja rasa kantuk tetap tak bisa tertahan bila berada dalam rumah Allah ini. Sebagian orang lagi sibuk dengan blackberrynya atau alat komunikasi lainnya, walaupun sang pencerarah sudah mengingatkan untuk mematikan alat komunikasi suapaya tidak mengganggu jemah lainnya. Saya setuju dengan apa yang sang penceramah katakan, “lupakan semua urusan duniawi ketika kita berada di rumah Allah” yaa, setidaknya kita lupakan urusan kita di dunia, ngga lama paling 30 menit-an, dan hal itu ga akan merugikan kita sedikitpun. Si mas-mas penjaga sepatu yang tadi menyimpankan sepatu saya, ketika sang penceramah mulai berbicara. Ia sudah meninggalkan pekerjaanya, yangmenurut saya itu pekerjaan yang simple, bisa di a kerjakan sambil mendengarkan ceramah, ternyata tidak. Ia duduk tepat di belakang saya sambil zikir dan mendengarkan ceramah dengan kusyuk. Satu pelajaran tentang arti tanggung jawab dan kewajiban umat terhadap Tuhan.Ngga ada ruginya meningglkan sedikit pekerjaan kita untuk sholat Jumat dari pada tidak Sholat jumat sama sekali. Karena rezeki ngga akan pernah lari dari kita karena kita pergi kemesjid.

Advertisements