Ibu dan wanita

ini adalah tulisan lama saya tentang sorang yang akan saya kagumi dan hormati sampai kapanpun. Ia adalah seseorang yang di panggil dengan sebutan Ibu, kurang lebih 9 bulan ia memberi kasih sayang menggendong kita kemana-mana tanpa berkeluh kesah, memberikan nutrisi yang bagus buat perkembangan kita dan memeprtaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita kedunia ini. Sebuah pengorbanan yang tidak bisa di bayarkan dengan apa-apa, hanya satu hal yang bisa membayarkan itu semua, dengan berbakti dan membuatnya selalu tersenyum setiap saat. Jangan pernah meninggikan nada bicara kita diatas dia atau membentaknya, sesungguhnya surga ada dibawah telapak kaki ibu. rezeki yang di berikan Allah pada kita tak luput dari doa-doanya, kita sadari ataupun tidak. Kita tidak akan pernah merasakan apa yang kita rasakan sekarang tanpa bantuan seorang ibu.Seorang ibu bagaikan sebuah kapas yang lembut yang akan membelai kita ketika kita dalam masalah. dan ia juga bisa serapuh kayu yang basah ketika kita membuatnya sedih. Satu pelajaran yang paling baik ketika kita menghargai ibu kita adalah, kita juga bisa belajar menghargai wanita, karena wanita adalah mahkluk Tuhan yang paling indah yang Dia Ciptakan untuk menemani kita, menggantikan posisi ibu kita ketika sudah berumah tangga. Menghargai wanita dan tidak membentaknya atau menghardiknya dengan mengeluarkan kata-kata yang kotor adalah hal yang musi di lakukan seorang pria, memperlakukannya dengan lembut membuat ia senang sepanjang masa dan selalu membuatnya terseyum. Karena suatau saat wanita yang ada di samping kita saat ini, mungkin ia akan menjadi ibu dari anak-anak kita, dengan kita menghargai wanita, tentunya kelak ketika kita mempunya anak ia juga akan lebih menghargai ibunya dengan tulus dan penuh kasih sayang.

untuk ibuku yang akan selalu aku puja dan ku cium telapak kaki mu

untuk semua wanita yang sudah berjuang untuk melahirkan buah hatinya, tetap semangat dan berdoa demi kesehatan buah hatinya

mengutip ucapan seseorang tokoh terkenal: di balik pria hebat pasti ada wanita hebat di belakangnya serta ibu yang mendoakannya

Jakarta 10 februari 2011 (Re-write and edit )

Advertisements